Kompleks Kantor Gubernur Kepri Dibobol Maling, Puluhan Unit Komputer Raib

 


Kompleks perkantoran (Kepri) di Pulau Dompak dibobol. Sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) kehilangan barang-barang agen slot deposit pulsa elektronik. Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang telah membentuk tim untuk memburu pelaku pembobolan.

Kepala Seksi Humas Polres Tanjungpinang Iptu Suprihadi mengatakan, saat ini tim tengah bekerja melakukan penyelidikan kasus tersebut.

"Tim sudah melakukan olah TKP dan agen slot joker123 memantau CCTV," kata Suprihadi, Rabu (30/6/2021).

Sementara itu,mendukung upaya aparat kepolisian menyelidiki pelaku dan motif pembobolan kantor OPD tersebut. Dia berharap pelaku dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kita apresiasi pihak kepolisian yang telah bertindak cepat menangani perkara ini," ujar Ansar.

BACA JUGA : 

Masalah Baca Jadi Kendala Siswa Berkebutuhan Khusus Saat Ujian Berbasis Komputer


4 Kantor OPD Dibobol Maling

Ansar menyebutkan, setidaknya ada empat kantor OPD yang dibobol maling dalam kurun waktu sebulan terakhir, antara lain Disperindag, Dishub, Dinas UKM dan Koperasi, serta yang terbaru Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Khusus kantor DKP, kejadiannya baru-baru ini, yaitu pada Sabtu (19/6/2021). Pelaku diduga membawa kabur sejumlah laptop dan komputer, modus yang sama terjadi di tiga OPD lainnya.

"Dari empat OPD itu, total sudah puluhan unit komputer hilang," ungkap Ansar.

Ansar sudah menginstruksikan masing-masing kepala OPD agar mempersiapkan petugas pengamanan dalam (pamdal) untuk menjaga keamanan kantor dengan memberdayakan tenaga honorer yang ada.

"Kalau hanya mengandalkan personel Satpol PP, jumlahnya terbatas," katanya.

Saat ini di Kejati Riau banyak kasus mangkrak. Sebut saja perkara Bansos di Siak yang sempat disorot DPR, kelanjutan korupsi penggunaan dana rutin di Siak yang telah menyeret mantan Sekda Riau, Yan Prana Indra Jaya, korupsi bantuan keuangan di RSUD Indrasari bernilai puluhan miliar dan lainnya.

Sebagai informasi, Kejati Riau pada tahun lalu menyatakan korupsi ini merugikan negara Rp23,5 miliar. Kedua tersangka menjadi menjadi tersangka pada 20 Juli 2020 kemudian ditahan di Rutan Sialang Bungkuk. Awal Agustus keduanya dikeluarkan karena ada jaminan dari keluarga.

Penyidik Kejati Riau selama mengusut kasus ini juga pernah menggeledah kantor Dinas Pendidikan Riau di belakang Kantor Gubernur Riau. Penggeledahan berlangsung dari pagi hingga petang menjelang.

Dari sana, penyidik menyita barang bukti dua box container yang berisikan 26 item barang berupa dokumen maupun alat e-purchasing untuk pembelian melalui e-catalog.

Proyek komputer ini menggunakan e-catalog ini diduga tak diikuti survei harga di pasaran. Dengan demikian, kedua tersangka leluasa menentukan harga komputer meskipun lebih tinggi dari pasaran.

Diduga harga ini merupakan pesanan sebuah broker proyek di Provinsi Riau. Selain itu, tersangka Hafez sebagai ASN juga diduga menerima suap dan fasilitas dari perusahaan yang akan dimenangkan dalam proyek ini.

Kabarnya, komputer untuk SMA ini tidak bisa digunakan. Adanya kerugian negara juga berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Apple Beberkan Fakta Soal Komputer Mac Rentan Serangan Malware

Apa Itu Software Kenali Pengertian, Fungsi, dan Contohnya pada Komputer

Multimedia Adalah Penyedia Informasi di Komputer, Berikut Pengertian dan Jenisnya